Kamis, 23 Februari 2017

EFEK CONTACT METASOMATISM


 EFEK CONTACT METASOMATISM TRHADAP BATUAN
 
ÒBatuan Beku dan Batuan Metamorf hampir tidak mengalami perubahan, kecuali kalau antara magma yang menerobos dan batuan beku yang diterobos komposisinya sangat berbeda, misalnya magma granodiorit yang menerobos gabro
 
ÒBatuan Sedimen
  Merupakan batuan paling peka thp kontak metasomatisma, terutama yg bersifat gampingan

PROSES CONTACT METASOMATISM



PROSES CONTACT METASOMATISM
A.      Rekristalisasi
Rekristalisasi adalah indikasi paling ringan dalam aksi kontak magma dengan invaded rock, terbentuk pada zona alterasi terluar.
Contoh : batu gamping menghasilkan batu marmer batu pasir kuarsa menghasilkan batu kuarsit
B.      Rekombinasi
Rekombinasi (penggabungan) ion-ion terjadi dengan penambahan material dari magma. Sebagai contoh, mineral AB dan CD te-rekombinasi menjadi AC dan BD, kemudian menjadi ACX dan BDY, dimana X dan Y adalah Accessions dari magma.
1.       Dolomit + kuarsa (+ temperatur tinggi) → tremolite, kemudian seiring dengan naiknya temperatur terbentuk forsterite, diopside, periclase, wollastonite, monticellite, spurrite, merwinite, dan larnite.
            2.   Magmatic accession terutama terdiri atas logam-logam, silika, sulfur, boron, chloride, fluorine,  potassium, magnesium, dan sejumlah sodium

JENIS METASOMATISME berdasarkan letaknya



JENIS METASOMATISME
                Berdasarkan letak geologi
1.       Autometasomatism
2.       Boundary metasomatism
3.       Contact metasomatism
4.       Near-vein metasomatism
5.       Regional metasomatism


1.       Autometasomatism
      metasomatism yang terjadi di bagian atas tubuh magmatik selama tahap awal postmagmatic

        Contoh :  albitisation dalam plutons granit
                           serpentinisation ultramafic rock
2.       Boundary metasomatism
         jenis metasomatism yang terjadi pada kontak antara dua jenis batu.

3.       Contact metasomatism
       jenis metasomatism yang terjadi di atau dekat dengan kontak antara tubuh magmatik dan batu lain.

4.       Near-vein metasomatism
       jenis metasomatism diffusional, yang membentuk simetris metasomatic zonasi di kedua sisi vein metasomatic infiltrational (atau infilling vein)
5.       Regional metasomatism
       Regional metasomatism menempati area besar yang berkembang di berbagai situasi geologi.

PENGERTIAN CONTACT METASOMATISME DAN METAMORFISME



A.      CONTACT METASOMATISME DAN METAMORFISME



 

1.       PENGERTIAN
a)      Metasomatisme adalah proses kontak yang terjadi antara bebatuan  dengan air panas (hydrothermal) atau fluida lainnya.

b)      Metamorfisme: adalah proses metamorf dari komposisi kimia batuan atau sebagian dari batuan yang berubah secara meluas dan yang melibatkan penambahan dan/atau penghapusan komponen kimia sebagai hasil dari interaksi batuan aqueous fluids (solutions) Selama metasomatism batu tetapdalam keadaan padat.

Setelah terjadi proses magmatik (Konsentrasi magmatik), hal berikut yang perlu dipertimbangkan adalah efek2 kontak dari gas temperatur tinggi yang teramasi selama atau sesaat setelah magma intrusif terkonsolidasi.

EFEK KONTAK

•          Metamorfisme Kontak

•          Efek panas tanpa adanya aksesi (penambahan unsur)
•          Metasomatisme Kontak

•          Efek panas disertai aksesi dari dapur magma





a)      Kontak Metamorfisme
·        Pengaruh dari panas saja, tanpa adanya perubahan-perubahan kimiawi baik pada magmanya maupun pada batuan yang diterobos.
·        Produk Hasil : bahan galian non logam.
·        Misalnya: silimanit, marmer dan mineral mika yang terdapat pada batuan metamorf (Sekis).


b)      Kontak Metasomatisme
·        Pengaruh panas dan disertai adanya perubahan-perubahan kimiawi sebagai akibat pertukaran ion dan sebagainya, Dari magma ke batuan yang diterobos dan sebaliknya, Suhu di daerah kontak akan berkisar 500 -1.100 0C
·        Country Rock : Batuan Karbonat
·        Produk Hasil : bahan galian logam
·        Contoh : Mineral wollastonite: 1.125 0C                                Mineral kuarsa: suhu di atas 573 0C.
 

Rabu, 22 Februari 2017

Late Magmatis dan Early magmatic



A. Late magmatic

TIPE
PROSES
CONTOH
Regregasi Residu
Diferensiasi, kristalisasi dan akumulasi residu
Pt, di Buskveld, Titan
Magnesite, Buskveld
Injeksi dilarutan residu
Differensiasi dan akumulasi

injeksi
Differensiasi dan injeksi




B. Early magmatic
Early magmatic disebabkan karena terjadi langsung dari proses magmatic mineral yang terjadi lebih cepat dari membekunya batuan silikat dan dipisahkan oleh kristalisasi diff.

1. Dissemination
Dimana mengkristalnya mineral-mineral terpencar tanpa adanya konsentrasi.
Contoh:
a)      Cebakan intan di Africa Selatan. Intan ini dianggap sebagai Phenocryst yaitu kristal-kristal besar yang mengkrital dalam magma yang dalam sekali yang kemudian terangkat bersama magma sehingga didapat sebagai kejadian yang sekarang.
b)      Cebakan Corundum dalam batuan nepheline syenit di Ontaria, Canada.
2. Segregation
Terjadi dari hasil gravity diff dan akumulasi dari mineral-mineral.
Ciri-ciri jebakan ini:
a)      hubungan dengan magma jelas
b)      endapan terdapat dalam lingkungan intrusi
Contoh:
Cebakan chromite di Transvall, Africa Selatan dalam batuan anorthosite yang mempunyai lapisan Cr 20-30 inch.
3. Injection
a)      Bijih mineral terkonsentrasi oleh adanya kristalisasoi diff, kemudian massa ini menerobos masuk ke dalam celah-celah batuan sekelilingnya. Hubungan struktur dari jebakan dengan batuan yang diterobosnya jelas sekali menunjukkan adanya injection.
b)      Ciri-cirinya:
c)       fragmen-fragmen batuan di dalamnya.
d)       Terdapat dike atau badan intrusi yang lain di dalam batuan aslinya.
e)       terjadi metamorphose pada dinding batuan.
Contoh:
a)      Cebakan Titaniferous magnetite di Cubarland.
                              b)    Cebakan magnetite di faruna Swedia.


TIPE
PROSES
CONTOH
DISSEMINASI
Kristalisasi, disseminasi tanpa kristalisasi
Corondum, Diamond
SEGREGASI
Diferensiasi dan akumulasi
Chromite, di Buskveld
INJEKSI
Diferensiasi dan injeksi
Fe, di Kiram Swedia